Pola Makan Untuk Diabetes

tips kesehatanIndonesia sebagai negara pengonsumsi nasi yang cukup tinggi di dunia telah menjadi salah satu negara dengan penderita Diabetes dalam jumlah besar. Walaupun telah diketahui hanya lima persen penderita penyakit ini merupakan penyakit bawaan akibat ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan hormon insulin yang berguna untuk memecah gula, Sembilan puluh lima persen sisanya terjangkit penyakit ini akibat pola makan yang salah. Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau masyarakat Indonesia menggemari makanan manis dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengonsumsi teh misalnya, sangat lazim dijumpai masyarakat kita meminumnya dalam bentuk teh manis hangat atau es teh manis. Belum lagi ketika berbicara tentang nasi sebagai makanan pokok. Rata-rata, masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi sebanyak tiga kali sehari dalam porsi yang lumayan besar. Padahal, nasi tersusun atas pati yang ketika dipecah oleh enzim akan dihasilkan glukosa yang cukup banyak di dalam tubuh.

Hidup bersama dengan Diabetes bukan berarti harus mengorbankan kesenangan dalam menikmati kuliner. Prinsipnya harus dikuatkan lebih dulu untuk tidak mengonsumsi gula sederhana dalam jumlah berlebihan. Misalnya ketika akan membuat teh manis, lebih disarankan untuk menggunakan gula jagung atau pemanis buatan yang lebih ramah terhadap penderita Diabetes misalnya Stevia. Sekarang ini, banyak dijumpai produk pemanis buatan non gula di pasar dan supermarket terkenal. Banyaknya produsen makanan telah meriset produk yang sesuai dan terpercaya bagi penderita Diabetes yang kecenderungannya terus meningkat sepanjang tahun.

Di samping menjaga asupan gula, disarankan pula untuk mengganti beras putih ke beras merah. Hal ini dikarenakan kandungan serat pangan pada beras merah lebih tinggi. Serat pangan telah diketahui bagi penderita Diabetes karena mampu mempertahankan rasa kenyang yang lebih lama dan mendorong feses agar mudah dikeluarkan tubuh, serat pangan juga tidak bisa dikonversi menjadi glukosa yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Terkait dengan proses pengolahan pangan, adanya pati resistan yang diperoleh dengan pengolahan bertingkat juga terbukti efektif untuk menurunkan kadar gula darah. Oleh sebab itu, pengolahan nasi aking, atau nasi yang telah didinginkan semalaman lebih sesuai untuk dikonsumsi penderita Diabetes dibandingkan dengan nasi yang baru saja ditanak.

Related posts: