Kemungkinan Buruk Pinjaman Tanpa Jaminan

pinjaman mudahSetiap orang dalam kehidupannya pasti menginginkan hal yang praktis, cepat dan tidak mengeluarkan banyak tenaga. Kemungkinan untuk hal tersebut mungkin ada, ketika orang tersebut memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai mengenai hal tersebut. Banyak cara yang dilakukan agar mendapatkan sesuatu dengan cara yang mudah atau bahkan tanpa kerja, bisa dibenarkan hal tersebut dalam kegiatan pinjam meminjam, banyak yang mencari pinjaman mudah tanpa banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya dalam mengambil pinjaman tanpa jaminan, namun hal ini sebaliknya akan memberikan risiko tinggi terhadap si peminjam, utamanya bagi mereka yang belum tahu pasti mengenai pinjaman tersebut.

Apa Mimpi Buruk Melakukan Pinjaman Mudah, Namun Tanpa Jaminan?

Mengambil tindakan yang dirasa mudah namun tidak disertai dengan kecermatan akan menimbulkan kerugian bukan malah mendapatkan keuntungan. Banyak yang mencari pinjaman mudah tanpa jaminan namun hal buruk malah terjadi sebaliknya. Pertama, tingginya risiko penipuan yang terjadi. Sangat mudah terjadi hal penipuan karena dalam kesepakatan pinjaman tidak ada jaminan atau hal yang mengikat keduanya, sehingga banyak yang akhirnya berpikir untuk mengambil keuntungan lebih banyak.

Hal yang pada awalnya bisa dibilang pinjaman mudah akhirnya menjadi rumit dan banyak muncul kerugian. Hal buruk yang kedua adalah bunga pinjaman yang diberikan tinggi, hal ini banyak dilakukan oleh si pemberi pinjaman agar tidak diperolehnya kerugian yang terlalu besar apabila peminjam macet dalam melunasi pinjamannya. Kemudian jangka waktu yang diberikan untuk pelunasan akan lebih pendek daripada menggunakan jaminan, umumnya hanya setahun atau dua tahun dan peminjam harus segera melunasi dalam waktu itu. Kemudian bagi seorang yang berharap mendapatkan pinjaman yang tinggi, hal ini kemungkinan besar tidak terwujud, pasalnya pinjaman dengan tanpa jaminan hanya akan diberikan pinjaman yang kecil jumlahnya dan hal itu terbatas. Risiko besar yang terakhir adalah apabila dalam proses pelunasan terjadi macet, maka dari pemberi pinjamkan atau kreditur tidak sungkan untuk mengirimkan dept collector dan membawa hal dan permasalahan ini ke jalur hukum, untuk dapat, menyita aset yang dimiliki bahkan hingga gaji yang diperoleh.

Related posts: