Jalur Pendistribusian Distributor Telur Di Yogyakarta

Grosir Telur AyamDi Indonesia peternak ayam petelur sangat banyak hal ini tentunya berbanding lurus dengan kebutuhan telur di masyarakat. Setiap hari masyarakat Indonesia mengonsumsi telur ayam, baik untuk teman nasi ketika sarapan atau untuk membuat penganan seperti kue kering dan kue basah. Karena itulah distributor telur di Yogyakarta cukup sibuk dengan permintaan pasar yang semakin meningkat. Karena itulah banyak penjual telur yang selalu berusaha untuk menyediakan stok telur yang mencukupi. Bahkan ada penjual yang berbuat curang untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. memang berbisnis penjualan telur tidak akan ada matinya selama masih banyak permintaan akan telur ayam.

Jalur Distribusi Pada Distributor Telur Di Yogyakarta

Peternak akan menyerahkan hasilnya atau dijual pada pengepul. Kemudian pengepul membawanya ke gudang penyimpanan di berbagai daerah. Yang kemudian pendistribusiannya dilanjutkan ke pasar tradisional dan distributor telur di Yogyakarta lainnya. Seperti agen-agen telur atau toko-toko penjual khusus telur. Penjualan terakhir pada telur adalah warung-warung kelontong dan warung sembako yang kemudian jatuh ke tangan konsumen sebagai penikmat telur. Hal ini bisa dijelaskan bahwa banyak peternak ayam di Indonesia sistem penjualannya terintegrasi dan kemitraan sehingga tidak dapat menjualnya secara langsung. Sebab hasil dari ternak telurnya masih dalam jumlah yang sedikit. Sehingga harus diserahkan ke pengepul atau yang mengumpulkan hasil panen telur.

Pengepul bisa dikatakan sebagai bandar yang memiliki modal sehingga mampu mengendalikan harga telur di pasaran. Karena itu tidaklah mengherankan jika di setiap harinya harga telur selalu berubah-ubah ketika dibeli oleh pengepul dan peternak tidak dapat berbuat banyak selain pasrah daripada telurnya tidak ada yang membawanya ke pasar. Ketika telur mencapai tingkat distributor telur di Yogyakarta maka mereka tidak bergantung pada satu pengepul sebab mereka akan mencari pengepul yang memberikan harga yang lebih murah. Dan terakhir adalah warung sembako dan konsumen yang menjadi korban perang harga dan kualitas telur yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga mereka menjadi korban taktik curang para distributor nakal.

Related posts: