Identiknya Weton Sebagai Perhitungan Ramalan

kalender jawaIstilah weton sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia terutama Jawa sebagai petunjuk dalam ramalan-ramalan. Kata yang berasal dari kebudayaan Jawa yang sangat kental dengan perhitungan penanggalan Jawa yang tercipta dan berkembang dalam masyarakat sejak jaman kerajaan-kerajaan kuno. Adanya kalender dalam perkembangan sejarah budaya Jawa disinyalir bermula dari munculnya Kalender Saka yang terbawa dalam penyebaran agama Hindu pada awal Masehi silam. Dan penggunaan Kalender Saka sebagai alat penanggalan di Jawa dilebur bercampur dengan budaya animisme dan dinamisme yang berkembang saat itu hingga dipakai oleh lintas kerajaan-kerajaan sampai kemudian berdirinya kerajaan Mataram.

Weton Mulai Dijadikan Alat Ramalan

Pada saat Kerajaan Mataram berdiri, masuk pula ajaran Islam yang juga membawa sistem penanggalan sendiri. Agar tidak menimbulkan banyak pertentangan dan polemik berkepanjangan yang menyebabkan kerancuan pada sistem penanggalan, pada akhirnya agar terbentuk keseragaman penanggalan, dibuatlah penanggalan resmi dengan menggabungkan Kalender Saka dengan Kalender Islam ditambah sedikit Kalender Barat atau Kalender Julian yang dibawa oleh penjajah Belanda pada saat itu. Penggabungan inilah yang kemudian terkenal dengan Kalender Jawa. Dan seiring perkembangannya, Kalender Jawa mulai dipakai untuk menghitung dan menentukan keputusan-keputusan dalam kehidupan masyarakat. Petunjuk yang didasarkan pada Kalender Jawa inilah kemudian yang di sebut dengan weton.

Dengan beragamnya pakem yang tercipta dalam sistem penghitungan dan penafsiran Jawa kemudian sedikit demi sedikit mulai mengakar dan menjadi budaya masyarakat untuk meramal nasib. Selain itu kata ini juga sangat dipercaya orang-orang pada jaman itu menjadi tuntunan dan peringatan atau pantangan bagi mereka yang mempercayainya. Dan masyarakat yang kental dengan penerapan kata ini dalam kehidupannya pun terikat pada tradisi dan kepercayaan perayaan filosofi tiap 35 hari dengan menyiapkan bubur pancawarna, yaitu merah, putih, hitam, kuning, dan hijau. Filosofi weton yang sebenarnya adalah warisan leluhur sebagai penerapan penanggalan Jawa kini sudah berubah fungsinya sebagai acuan untuk ramalan di jaman sekarang. Jangan sampai terjadi salah kaprah dalam penerapannya, karena berawal dari budaya malah menjadi ilmu yang tidak pasti.

Related posts: